Mikrokontroler AVR AtMega 16

Rabu, 02 Juli 2014
Posted by Unknown

Mikrokontroler AVR

Sudah lama rasanya semenjak mengerjakan tugas akhir tangan ini tidak beradu dengan keyboard hanya untuk kejar setoran postingan blog baru, hehe. Baiklah langsung saja masuk dalam topik permasalahan sesuai judul diatas. 

Apa itu Mikrokontroler ?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mikrokontroler adalah sistem mikroposesor lengkap yang terkandung di dalam sebuah chip. Mikrokontroler berisi komponen pendukung sistem minimum mikroprosesor, yakni memori dan antarmuka I/O. 
Dalam bahasa yang lebih sederhana, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai input ataupun output serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan menggunakan cara khusus. Sementara ini, mikrokontroler yang umum digunakan adalah keluarga AVR keluaran Atmel. penampang fisik dari mikrokontroler ini adalah sebagai berikut.
Mikrokontroler ATMega16
Mikrokontroler ATMega16 (SMD)

Fitur Pada AtMega 16

  1. Saluran I/O ada 32 buah, yaitu PortA, PortB, PortC, dan  PortD
  2. ADC 10 bit sebanyak 8 channel.
  3. CPU yang terdiri dari 32 buah register
  4. Watchdog Timer dengan osilator internal
  5. Dan fitur-fitur lain yang mempermudah dalam penggunaan.
  6. Tegangan kerja berkisar 4-5 V.
  7. Memori Flash 8 Kbytes untuk program
  8. Memori EEPROM 512 bytes untuk data
  9. Memori SRAM 512 bytes untuk data  20 interrupt
  10. Satu 16-bit timer dan dua 8-bit timer
  11. Komunikasi serial melalui SPI dan USART
  12. Analog komparator
  13. Memiliki 4 I/O PWM
  14. Fasilitas In System Programming (ISP) 

Konfigurasi Pin AtMega 16

  • VCC merupakan Pin masukan positif catu daya.
  • GND sebagai Pin ground.
  • Port A (PA0…PA7) merupakan Pin I/O dua arah dan dapat diprogram sebagai Pin masukan ADC.
  • Port B (PB0…PB7) merupakan Pin I/O dua arah dengan fungsi khusus yaitu timer/counter, komparator Analog, dan SPI.
  • Port C (PC0…PC7) merupakan Pin I/O dua arah dengan fungsi khusus yaitu TWI, komparator Analog, dan Timer Oscilator. 
  • Port D (PD0…PD7) merupakan Pin I/O dua arah dengan fungsi khusus yaitu komparator Analog, interupsi eksternal, dan komunikasi serial. 
  • Reset merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. RST pada pin 9 merupakan reset dari AVR. Jika pada pin ini diberi masukan low selama minimal 2 machine cycle maka system akan di-reset.
  • XTAL1 dan XTAL2 sebagai Pin  masukan  clock eksternal. XTAL1 adalah masukan ke inverting oscillator amplifier dan input ke internal clock operating circuit. XTAL2 adalah output dari inverting oscillator amplifier.
  • AVCC sebagai Pin masukan tegangan untuk ADC. Kaki ini harus secara eksternal terhubung ke Vcc melalui lowpass filter. 
  • AREF sebagai Pin masukan tegangan referensi bagi A/D Converter. Untuk operasionalisasi  ADC,  suatu  level  tegangan  antara  AGND dan AVCC harus diberikan ke kaki ini.
  • AGND adalah kaki untuk analog ground. Hubungkan kaki ini ke GND, kecuali jika board memiliki anlaog ground yang terpisah. 

Fungsi Khusus Port B dan Port D

    PORT/PIN
Fungsi Khusus
PB0
T0 = timer/counter 0 external counter input
PB1
T1 = timer/counter 0 external counter input
PB2
AIN0 = analog comparator positive input
PB3
AIN1 = analog comparator negative input
PB4
SS = SPI slave select input
PB5
MOSI = SPI bus master output / slave input
PB6
MISO = SPI bus master input / slave output
PB7
SCK = SPI bus serial clock

    PORT/PIN
Fungsi Khusus
PD0
RDX (UART input line)
PD1
TDX (UART output line)
PD2
INT0 ( external interrupt 0 input )
PD3
INT1 ( external interrupt 1 input )
PD4
OC1B (Timer/Counter1 output compareB match output)
PD5
OC1A (Timer/Counter1 output compareA match output)
PD6
ICP (Timer/Counter1 input capture pin)
PD7
 OC2 (Timer/Counter2 output compare match output)
Peta Pin Mikrokontroler AtMega 16

Pengukuran Listrik

Rabu, 31 Oktober 2012
Posted by Unknown

PENGUKURAN LISTRIK

Kalau bicara mengenai praktikum “Pengukuran Listrik” teringat akan zaman susah sewaktu menjadi maba dahulu, maklum lah ITS (Iso Turu Sangar), hehehe^^. Dan kalau diteruskan akan menjadi panjang ceritanya, karena pengkaderan itu lamanya satu tahun, dan kita langsung saja masuk ke materi inti. Berbicara mengenai pengukuran listrik sebenarnya ada 4 modul yang kita dapat, yaitu Resistor, DC Voltmeter, DC Ammeter, dan yang terakhir adalah Osiloskop

RESISTOR

Tidak asing lagi ditelinga dan mata kita resistor merupakan komponen yang wajib ada dalam sebuah rangkaian elektronika. Resistor merupakan komponen pasif yang mana memiliki sifat sebagai penghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm, dan biasa disimbolkan dengan Omega (Ω).
Adapun fungsi resistor adalah sebagai berikut :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik, dan lain-lain.
Resistor dapat diklasifikasikan berdasarkan nilainya dan dibagi dalam 3 jenis yaitu :
1. Resistor Tetap : Resistor yang mempunyai nilai hambatan tetap.
2. Resistor Variabel : Merupakan resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
3. Resistor Non Linier : Adalah resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena adanya pengaruh dari lingkungan luar misalnya suhu dan cahaya.

Resistor Tetap (Fixed)

Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam. Resistor tetap dapat digunakan untuk daya rendah, dan paling utamanya adalah jenis tahanan tetap yaitu tahanan campuran karbon yang dicetak.Berikut adalah penampakan dari macam-macam Resistor


1. Metal Film Resistor



2. Carbon Film Resistor
 3. Metal Oxide Resistor
4. Ceramic Encased Wirewound

Resistor Variabel

Merupakan semacam resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
1. Trimpot : Merupakan resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng.
2. Potensio : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar pada bagian poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
Berikut adalah penampakan dari keduanya :
1. Trimpot
2. Potensio

Resistor Non Linier

PTC : Positive Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi maka secara otomatis makin besar juga nilai hambatannya.

NTC : Negative Temperatur Coefisien

adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya.

LDR : Light Dependent Resistor
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya

DC VOLTMETER

DC Voltmeter merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara 2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Konsep yang digunakan dalam sebuah volt meter DC hampir sama dengan konsep pada ampere meter. Pemasangan pada rangkaian dipasang pararel. Berikut adalah penampakannya :

DC AMMETER

Ampere meter arus searah atau sering disebut ampere meter DC adalaha alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus listrik (DC) yang mengalir pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Dan dipasang secara seri dengan rangkaian.

OSILOSKOP

Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop juga dilengkapi dengan tabung sinar katode. Piranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.


Cara  Penggunaan Osiloskop

Pada saat menggunakan osiloskop juga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan), disamping untuk kemanan, hal ini juga untuk mengurangi suara dari frekuensi radio atau jala-jala. 
  2. Memastikan probe dalam keadaan baik.  
  3. Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop. 
  4. Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, gunakan skala Volt/Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan, gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar. 
  5. Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan. 
  6. Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil. 
  7. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus. 
  8. Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang.

Selesai sudah sedikit penjabaran dari praktikum pengukuran listrik, sekian dan terima kasih. 







Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

free counters

- Copyright © ZXTRONICS - Robotic Notes - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -