Mikrokontroler AVR
Sudah lama rasanya semenjak mengerjakan tugas akhir tangan ini tidak beradu dengan keyboard hanya untuk kejar setoran postingan blog baru, hehe. Baiklah langsung saja masuk dalam topik permasalahan sesuai judul diatas.
Apa itu Mikrokontroler ?
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mikrokontroler adalah sistem mikroposesor lengkap yang terkandung di dalam sebuah chip. Mikrokontroler berisi komponen pendukung sistem minimum mikroprosesor, yakni memori dan antarmuka I/O.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai input ataupun output serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan menggunakan cara khusus. Sementara ini, mikrokontroler yang umum digunakan adalah keluarga AVR keluaran Atmel. penampang fisik dari mikrokontroler ini adalah sebagai berikut.
![]() |
| Mikrokontroler ATMega16 |
![]() |
| Mikrokontroler ATMega16 (SMD) |
Fitur Pada AtMega 16
- Saluran I/O ada 32 buah, yaitu PortA, PortB, PortC, dan PortD
- ADC 10 bit sebanyak 8 channel.
- CPU yang terdiri dari 32 buah register
- Watchdog Timer dengan osilator internal
- Dan fitur-fitur lain yang mempermudah dalam penggunaan.
- Tegangan kerja berkisar 4-5 V.
- Memori Flash 8 Kbytes untuk program
- Memori EEPROM 512 bytes untuk data
- Memori SRAM 512 bytes untuk data 20 interrupt
- Satu 16-bit timer dan dua 8-bit timer
- Komunikasi serial melalui SPI dan USART
- Analog komparator
- Memiliki 4 I/O PWM
- Fasilitas In System Programming (ISP)
Konfigurasi Pin AtMega 16
- VCC merupakan Pin masukan positif catu daya.
- GND sebagai Pin ground.
- Port A (PA0…PA7) merupakan Pin I/O dua arah dan dapat diprogram sebagai Pin masukan ADC.
- Port B (PB0…PB7) merupakan Pin I/O dua arah dengan fungsi khusus yaitu timer/counter, komparator Analog, dan SPI.
- Port C (PC0…PC7) merupakan Pin I/O dua arah dengan fungsi khusus yaitu TWI, komparator Analog, dan Timer Oscilator.
- Port D (PD0…PD7) merupakan Pin I/O dua arah dengan fungsi khusus yaitu komparator Analog, interupsi eksternal, dan komunikasi serial.
- Reset merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. RST pada pin 9 merupakan reset dari AVR. Jika pada pin ini diberi masukan low selama minimal 2 machine cycle maka system akan di-reset.
- XTAL1 dan XTAL2 sebagai Pin masukan clock eksternal. XTAL1 adalah masukan ke inverting oscillator amplifier dan input ke internal clock operating circuit. XTAL2 adalah output dari inverting oscillator amplifier.
- AVCC sebagai Pin masukan tegangan untuk ADC. Kaki ini harus secara eksternal terhubung ke Vcc melalui lowpass filter.
- AREF sebagai Pin masukan tegangan referensi bagi A/D Converter. Untuk operasionalisasi ADC, suatu level tegangan antara AGND dan AVCC harus diberikan ke kaki ini.
- AGND adalah kaki untuk analog ground. Hubungkan kaki ini ke GND, kecuali jika board memiliki anlaog ground yang terpisah.
Fungsi Khusus Port B dan Port D
PORT/PIN
|
Fungsi
Khusus
|
PB0
|
T0 = timer/counter 0 external counter input
|
PB1
|
T1 = timer/counter 0 external counter input
|
PB2
|
AIN0 = analog comparator positive input
|
PB3
|
AIN1 = analog comparator negative input
|
PB4
|
SS = SPI slave select input
|
PB5
|
MOSI = SPI bus master output / slave input
|
PB6
|
MISO = SPI bus master input / slave output
|
PB7
|
SCK = SPI bus serial clock
|
PORT/PIN
|
Fungsi
Khusus
|
PD0
|
RDX (UART input line)
|
PD1
|
TDX (UART output line)
|
PD2
|
INT0 ( external interrupt 0 input )
|
PD3
|
INT1 ( external interrupt 1 input )
|
PD4
|
OC1B (Timer/Counter1 output compareB match output)
|
PD5
|
OC1A (Timer/Counter1 output compareA match output)
|
PD6
|
ICP (Timer/Counter1 input capture pin)
|
PD7
|
OC2 (Timer/Counter2 output compare match output)
|
![]() |
| Peta Pin Mikrokontroler AtMega 16 |
PENGUKURAN LISTRIK
Kalau bicara mengenai praktikum “Pengukuran
Listrik” teringat akan zaman susah sewaktu menjadi maba dahulu, maklum lah ITS (Iso
Turu Sangar), hehehe^^. Dan kalau diteruskan akan menjadi panjang ceritanya, karena pengkaderan itu lamanya satu tahun, dan kita langsung saja masuk ke materi inti. Berbicara mengenai pengukuran listrik sebenarnya ada
4 modul yang kita dapat, yaitu Resistor, DC Voltmeter, DC Ammeter, dan yang
terakhir adalah Osiloskop
RESISTOR
Tidak asing lagi ditelinga dan mata kita resistor merupakan komponen yang wajib ada dalam sebuah rangkaian elektronika. Resistor merupakan komponen pasif yang mana memiliki sifat sebagai penghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm, dan biasa disimbolkan dengan Omega (Ω).
Adapun fungsi resistor adalah sebagai berikut :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik, dan lain-lain.
Resistor dapat diklasifikasikan berdasarkan nilainya dan dibagi dalam 3 jenis
yaitu :
1. Resistor Tetap : Resistor yang mempunyai nilai hambatan tetap.
2. Resistor Variabel : Merupakan resistor
yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
3. Resistor Non Linier : Adalah resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena adanya pengaruh
dari lingkungan luar misalnya suhu dan cahaya.
3. Resistor Non Linier : Adalah
Resistor Tetap (Fixed)
Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat
resistor dibedakan menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida
logam. Resistor tetap dapat digunakan untuk daya rendah, dan paling utamanya adalah
jenis tahanan tetap yaitu tahanan campuran karbon yang dicetak.Berikut adalah penampakan dari macam-macam Resistor
1. Metal Film Resistor
2. Carbon Film Resistor
3. Metal Oxide
Resistor
4. Ceramic Encased Wirewound
Resistor Variabel
Merupakan semacam resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
1.
Trimpot : Merupakan resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah dengan
mengunakan obeng.
2. Potensio : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar pada bagian poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
2. Potensio : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar pada bagian poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
Berikut adalah penampakan dari keduanya :
1. Trimpot
2. Potensio
Resistor Non Linier
PTC : Positive Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi maka secara otomatis makin besar juga nilai hambatannya.
NTC : Negative Temperatur Coefisien
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya
terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin
kecil nilai hambatannya.
LDR : Light Dependent Resistor
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya
terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar
intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya

DC VOLTMETER
DC Voltmeter merupakan alat ukur yang berfungsi untuk
mengetahui beda potensial tegangan DC antara 2 titik pada suatu beban listrik
atau rangkaian elektronika. Konsep yang digunakan dalam sebuah volt meter DC
hampir sama dengan konsep pada ampere meter. Pemasangan pada rangkaian dipasang pararel. Berikut adalah penampakannya :
DC AMMETER
Ampere meter arus searah atau sering disebut ampere meter DC adalaha alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus listrik (DC) yang mengalir pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Dan dipasang secara seri dengan rangkaian.
OSILOSKOP
Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi
memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop
juga dilengkapi dengan tabung sinar katode. Piranti pemancar elektron
memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron
membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan
bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk
sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.
Cara Penggunaan Osiloskop
Pada saat menggunakan osiloskop juga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
- Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan), disamping untuk kemanan, hal ini juga untuk mengurangi suara dari frekuensi radio atau jala-jala.
- Memastikan probe dalam keadaan baik.
- Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop.
- Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, gunakan skala Volt/Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan, gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar.
- Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan.
- Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil.
- Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus.
- Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang.
Selesai sudah sedikit penjabaran dari praktikum pengukuran listrik, sekian dan terima kasih.

.jpg)

