Archive for 2012

Pengukuran Listrik

Rabu, 31 Oktober 2012
Posted by Unknown

PENGUKURAN LISTRIK

Kalau bicara mengenai praktikum “Pengukuran Listrik” teringat akan zaman susah sewaktu menjadi maba dahulu, maklum lah ITS (Iso Turu Sangar), hehehe^^. Dan kalau diteruskan akan menjadi panjang ceritanya, karena pengkaderan itu lamanya satu tahun, dan kita langsung saja masuk ke materi inti. Berbicara mengenai pengukuran listrik sebenarnya ada 4 modul yang kita dapat, yaitu Resistor, DC Voltmeter, DC Ammeter, dan yang terakhir adalah Osiloskop

RESISTOR

Tidak asing lagi ditelinga dan mata kita resistor merupakan komponen yang wajib ada dalam sebuah rangkaian elektronika. Resistor merupakan komponen pasif yang mana memiliki sifat sebagai penghambat arus listrik Satuan nilai dari resistor adalah ohm, dan biasa disimbolkan dengan Omega (Ω).
Adapun fungsi resistor adalah sebagai berikut :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik, dan lain-lain.
Resistor dapat diklasifikasikan berdasarkan nilainya dan dibagi dalam 3 jenis yaitu :
1. Resistor Tetap : Resistor yang mempunyai nilai hambatan tetap.
2. Resistor Variabel : Merupakan resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
3. Resistor Non Linier : Adalah resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena adanya pengaruh dari lingkungan luar misalnya suhu dan cahaya.

Resistor Tetap (Fixed)

Berdasarkan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam. Resistor tetap dapat digunakan untuk daya rendah, dan paling utamanya adalah jenis tahanan tetap yaitu tahanan campuran karbon yang dicetak.Berikut adalah penampakan dari macam-macam Resistor


1. Metal Film Resistor



2. Carbon Film Resistor
 3. Metal Oxide Resistor
4. Ceramic Encased Wirewound

Resistor Variabel

Merupakan semacam resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah sesuai keinginan.
1. Trimpot : Merupakan resistor variabel yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng.
2. Potensio : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar pada bagian poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
Berikut adalah penampakan dari keduanya :
1. Trimpot
2. Potensio

Resistor Non Linier

PTC : Positive Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi maka secara otomatis makin besar juga nilai hambatannya.

NTC : Negative Temperatur Coefisien

adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya.

LDR : Light Dependent Resistor
adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya

DC VOLTMETER

DC Voltmeter merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara 2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Konsep yang digunakan dalam sebuah volt meter DC hampir sama dengan konsep pada ampere meter. Pemasangan pada rangkaian dipasang pararel. Berikut adalah penampakannya :

DC AMMETER

Ampere meter arus searah atau sering disebut ampere meter DC adalaha alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui besarnya arus listrik (DC) yang mengalir pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Dan dipasang secara seri dengan rangkaian.

OSILOSKOP

Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop juga dilengkapi dengan tabung sinar katode. Piranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.


Cara  Penggunaan Osiloskop

Pada saat menggunakan osiloskop juga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan), disamping untuk kemanan, hal ini juga untuk mengurangi suara dari frekuensi radio atau jala-jala. 
  2. Memastikan probe dalam keadaan baik.  
  3. Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop. 
  4. Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar, gunakan skala Volt/Div yang besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan, gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar. 
  5. Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan. 
  6. Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil. 
  7. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus. 
  8. Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang.

Selesai sudah sedikit penjabaran dari praktikum pengukuran listrik, sekian dan terima kasih. 







Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

free counters

- Copyright © ZXTRONICS - Robotic Notes - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -